Selasa, 10 Januari 2017

Hakikat Penelitian untuk suatu disertasi Doktor

Menulis skripsi, tesis, atau disertasi bukan hanya sekedar menyusun kalimat untuk membangun konten dari bagian-bagian naskah ilmiah tersebut. Yang tidak kalah pentingnya adalah menjamin keruntutan antara satu bagian dengan bagian yang lain. Kelancaran “aliran” ide dan penjelasan inilah yang membuat naskah skripsi, tesis, dan disertasi menjadi enak dibaca.
Pendahuluan
Orang mengatakan: “Research is finding out something that you don’t know”. Istilah ini sangat lebar/luas atau terlalu sempit. Seperti kita ingin tahu kapan kereta api berangkat ke Yogyakarta atau kita ingin tahu berapa suhu di kolam renang. Atau “research is finding that you don’t know something” Riset semacam ini bertujuan mengorientasi pikiran kita untuk membuat pertanyaan apa yang kita ketahui dan untuk mengfokus pada aspek-aspek baru dari realitas yang kompleks. Dalam menjelajah sifat riset, adalah berguna membedakannya dengan aktivitas lainnya: “intellegence-gathering. Riset bukan sekedar diskripsi tetapi memerlukan analisis, utk mencari penjelasan, hubungan, perbandingan, prediksi, generalisasi dan teori-teori. Ini semua menjadi apa yang disebut “why question” Pertanyaan seperti “Mengapa jumlah lulusan mahasiswa yang ikut program doktor di UI sedikit sekali” Untuk menjawab pertanyaan ini diperlukan data dan menganalisisnya untuk mencari jawaban. Ini termasuk riset “intelligence gathering” sebagaimana riset untuk pengambilan keputusan atau memformulasi kebijakan. Namun, ini bukan tipe riset untuk program doktor



Pada umumnya riset terbagi dalam 2 jenis: riset dasar (basic research) dan riset terapan (applied research). Perbedaan ini terlalu kaku (rigid) kalau kita katakan bahwa riset dasar memasok teori-teori dan riset terapan memakai teori-teori ini untuk mengetesnya dalam dunia nyata. Dikatakan terlalu kaku dalam banyak disiplin ilmu, di mana misalnya riset“dunia nyata” membangun teori-teorinya sendiri dan bukan hanya penelitian dasar saja yang melakukannya. Dalam riset untuk disertasi sebaiknya kita mengklasifikasi riset dalam 3 jenis: (a) exploratory, (b) testing-out dan (c) problem solving, yang menerapkan baik riset kuantitatif dan kualitatif.
Exploratory Research (Riset untuk menemui sesuatu)Ini adalah suatu riset yang memecahkan problem/isu/topik baru yang sangat sedikit diketahui, sehingga ide riset umumnya tidak dapat diformulasi dengan baik pada tahap awal. Persoalannya dapat datang dari bagian disiplin ilmu, baik itu suatu “teka-teki” riset teoretis atau riset yang mempunyai dasar empiris.Pekerjaan riset diperlukan untuk menguji teori dan konsep yang tepat, atau mengembangkan suatu teori/konsep baru jika perlu dan apakah metodologi yang ada dapat dipakai, Jelaslah bahwa riset eksploratori ini menyangkut mendorong “frontier” dari pengetahuan dengan harapan suatu yang berguna akan ditemukan.
Testing-out Research (Riset utk menguji-coba sesuatu)
Dalam jenis riset ini kita mencoba untuk menemukan batas dari “generalisasi” yang diusulkan sebelumnya. Sebagaimana kita ketahui pada umumnya, ini adalah aktivitas riset dasar. Misalnya: “apakah suatu teori dapat diterapkan pada suhu tinggi?” dsb. Jumlah testing yang dilakukan adalah tak-terbatas dan terus-menerus (continuous), karena dengan ini kita mampu untuk memperbaiki (improve) dengan menspesifikasi, memodifikasi, mengklarifikasi generalisasi yang dikembangkan oleh disiplin kita yang penting.




Problem Solving Research (Riset untuk memecahkan masalah)
Dalam riset jenis ini, kita mulai dari suatu masalah “dalam dunia nyata” dan membawa semua sumberdaya intelektual kita untuk memecahkan masalahnya. Permasalahannya harus dapat ditentukan secara jelas dan metode pemecahan masalah harus ditemukan. Orang yang bekerja dalam cara ini harus menciptakan dan mengidentifikasi pemecahan masalah sebelumnya dalam setiap langkah. Ini biasanya melibatkan sejumlah macam teori 




dan metode, kadang-kadang melintas lebih dari satu disiplin, karena masalah dunia nyata pada umumnya “messy” (semrawut) dan tidak dapat dipecahkan dalam batas sempit dari satu disiplin akademis.

Riset Jenis Apa untuk Program Doktor?

Gelar Doktor diberikan untuk mereka yang melakukan “kontribusi orisinil dari pengetahuan”. (The PhD is awarded for “an original contribution to knowledge”). Perlu ada pedoman apa yang dimaksud “original contribution” dari hasil suatu riset doktoral.

Banyak sekali kriteria untuk suatu karya penelitian yang disebut “orisinil”. Namun, ada 9 butir yang umumnya dipakai akhir-akhir ini oleh universitas-universitas di Amerika Serikat: (saya kutip dalam bahasa aslinya): (Phillips and Pugh 1994)
  1. Carrying out empirical work that hasn’t been done before
  2. Making a synthesis that hasn’t been made before
  3. Using already known material but with new interpretation
  4. Trying out something in this country that has previously only been done on other countries
  5. Taking a particular technique and applying in a new area
  6. Bringing new evidence to bear on an old issue
  7. Being cross-disciplinary and using different methodologies
  8. Looking at areas that people in the discipline haven’t looked at before
  9. Adding new knowledge in a way that hasn’t previously been done before
Harus diingat bahwa seorang kandidat doktor belum merupakan seorang peneliti professional. Harus diingat pula bahwa Program Doktor pada dasarnya suatu exercise. Riset dalam program doktor adalah untuk membawa Anda dari tingkat hanya seorang pemula dalam riset menjadi ke tingkat seorang professional penuh (Remember that the PhD program is primarily a research training exercise to get you from being a mere beginner in research to the level of a full professional)
Semua riset doktoral menyangkut kendala tertentu, termasuk keuangan, sumberdaya fisik, back-up administrasi dan di atas segala-galanya adalah waktu. Oleh karena itu, mana dari 3 jenis riset yang Anda pilih sebagai jalur yang terbaik pada tingkat karier Anda saat ini.
Kebanyakan mahasiswa di Amerika Serikat memilih jalur “testing-out research” Karena pendekatan ini Anda bekerja dalam kerangka yang mapan (established framework) dan dengan demikian belajar “keprigelan” dari melakukan riset dalam lingkungan yang memberikan kita suatu tingkat proteksi oleh “established nature” dari banyak gagasan, argumen, alat pengukuran, dsb. Suatu tingkatan proteksi dalam lingkungan adalah keadaan yang paling baik untuk pembelajaran yang efisien. Sudah tentu Anda harus membuat kontribusi yang orisinil – bukan sekedar replikasi yang dilakukan oleh orang lain.Oleh karena itu, misalnya, Anda harus menggunakan suatu metodologi pada suatu topik baru, yang belum pernah diterapkan sebelumnya dan oleh karenanya Anda membuat suatu manifestasi kekuatannya dalam memberikan pengetahuan baru dan wawasan teoretis.
Atau Anda menerapkan dua teori yang saling bersaing (competing theories) pada situasi baru untuk melihat mana yang paling ampuh (powerful) , atau mendesain suatu eksperimen yang krusial untuk menghasilkan suatu bukti untuk memilih di antara ke dua teori.. Sebagai hasilnya Anda dapat menghasilkan varian inovatif sendiri dari metodologi atau teori. Dengan demikian selalu ada unsur yang tepat (appropriate element) dari pekerjaan eksploratori dan Anda dapat memecahkan persoalan berbasis disiplin dalam perjalanan Anda Testing out adalah tugas professional yang sedang berlaku dalam riset akademis, dan tugas doktoral dapat dilakukan dengan baik dalam kerangka ini dan lebih mungkinbermanfaat dan oleh karenanya dapat dipublikasi dan dikutip oleh banyak orang.
Tidak dapat dipungkiri daya tarik dari topik ini, namun kita juga harus sadar bahwa resiko untuk gagal adalah juga lebih besar.
Jika Anda mempunai kepercayaan lebih besar dan daya tahan, misalnya dari pengalaman praktis dan adanya dukungan yang kuat dari pembimbing Anda (yang diharapkan memberi masukan yang besar), dapat Anda pertimbangkan bekerja dalam pendekatan eksploratori atau pemecahan masalah.
Adalah “fair” untuk mengatakan bahwa walaupun Anda memperoleh doktor utk riset yang sepenuhnya eksploratori atau pemecahan masalah, adalah tak dapat dihindari para penguji Anda memberi kredit untuk “keberanian mencoba”(“brave try”) Anda, sehingga Anda lulus (Penguji adalah orang-orang yang baik hati untuk mencari cara meluluskan mahasiswa. Ini di Amerika Serikat, tidak tahu apakah juga di Indonesia!!!)

Metode Ilmiah

Di bawah ini akan dijelaskan apa yang disebut dengan metode ilmiah. Hipotesis, kata Medawar (1964) adalah imaginatif and inspirasional dalam karakter. Hipotesis adalah “petualangan dari pikiran” (adventures of the mind). Medawar menyatakan selanjutnya bahwa sifat dari metode ilmiah adalah “hypothetico-deduktif” dan tidak sebagaimana umum percaya, sebagai induktif. Metode hypothetico-deduktif adalah kemampuan menarik kesimpulan dari premises, sedangkan metode induktif adalah menarik kesimpulan dari prinsip-rinsip umum (general principles).
Adalah esensial bahwa para calon peneliti mengerti bedanya antara kedua interpretasi dari proses riset, sehingga Anda tidak merasa kecil hati untuk tidak langsung memulainya.
Mitos dari metode ilmiah adalah metode induktif: bahwa formulasi teori ilmiah bermula dengan bukti dasar dan mentah dari indera kita, yaitu pengamatan sederhana, tidak bias dan tidak berprasangka. Dari data sensor indera ini - umumnya disebut dengan fakta-fakta – generalisasi akan terbentuk. Mitosnya adalah bahwa dari rangkaian informasi faktual yang tak-teratur ini, suatu teori yang teratur dan relevan akan muncul. Namun demikian, titik awal dari induksi ini adalah sesuatu yang tidak mungkin. Mereka yang menganut faham ini memcoba untuk memodelkan dunia nyata yang tak-teratur ini menjadi sesuatu yang teratur dengan pemodelan matematis.Faktanya adalah tidak ada pengamatan yang tidak bias. Semua pekerjaan ilmiah yang bersifat eksperimental atau eksploratori dimulai dengan suatu ekspektasi (harapan) tentang “outcome” (hasilnya). Ekspektasi ini adalah “hypotesis’ 
Hipotesis memberikan suatu inisiatif dan insentif untuk penyelidikan dan pengaruh dari metode. Dalam kaitan ekspektasi ini, beberapa pengamatan dianggap relevan dan lainnya tidak, suatu metodologi dipilih dan lainnnya ditolak, bahwa beberapa ekperimen dilakukan lainnya tidak.
Hipotesis muncul oleh “guesswork” (pekerjaan kira-kira atau tebakan), atau oleh inspirasi, namun karena diformulasi maka hipotesis dapat dan harus diuji secara ketat (rigorous) dengan memakai metodologi yang tepat. Jika outcome dari hipotesis ini tidak sesuai dengan ekspektasi yang kita desain, maka kita harus tolak hipotesisnya atau memodifikasi hipotesis tsb.
Mitos dari metode ilmiah tidak hanya metode induktif, tetapi juga hypothetico-deduktif yang merupakan metode dalam bentuk “step-by-step”. Metode hypothetico-deduktif menggambarkan pendekatan logis untuk banyak pekerjaan riset, tetapi tidak menggambarkan perilaku psikologis yang menyebabkannya.
Metode ilmiah boleh jadi lebih berguna dipikirkan sebagai cara pelaporan riset daripada melaksanakan risetnya sendiri (Watson 1968)

Kesimpulan Tindakan

1. Pertimbangkan secara hati-hati keuntungan dalam memilih untuk melakukan “testing-out research” untuk program Doktor Anda
2. Dari pengamatan dan diskusi dengan pembimbing Anda dan staf akademis lainnya, bangun suatu keprigelan praktek-praktek yang menggambarkan Anda seorang peneliti yang baik dalam disiplin Anda sehingga Anda dapat menjadi peneliti professional di kemudian hari.
3. Tujuan adalah untuk menjamin bahwa tidak ada prosedur, teknik, keterampilan dsb yang relevan dengan riset yang akan dilaksanakan yang tidak dibicarakan 
4. Bentuk suatu kelompok pakar (peer group) dengan sekurang-kurang seorang bergelar doktor agar dapat memberi kontribusi kritis dan semangat dan bertindak sebagai pemantau terhadap “deadline” waktu. Ini umumnya disebut Tim Pembimbing
5. Tim pakar/pembimbing tersebut dipimpin oleh seorang Gurubesar sebagai pembina riset Anda yang utama, dengan siapa Anda harus berkomunikasi tentang arah dan jalannya riset Anda setiap saat.
Daftar Acuan
1. Medawar, P.B. 1990. Is the Scientific Paper a Fraud? In D.Edge (Ed.) Experiment. BBC Publication. London, UK
2. Phillips, E.M. & D.S.Pugh. 1994. How to Get a PhD – Handbook for Students and Advisors. Open University Press. Buckhingham, Philadelphia, USA
3. Watson, J.D. 1968. The Double Helix. Widenfield & Nicolson. London
§§§§§

Selasa, 16 Desember 2014

Tips dan Lulus Psikotes

Pada artikel ini terdiri dari beberapa topik yaitu tips lulus psikotes, contoh soal psikotes dan jawabannya serta cara mengerjakan soal psikotes. Sengaja saya bahas mengenai contoh soal psikotes ini dalam satu pembahasan agar dapat dengan mudah dipahami, sehingga diharapkan setelah Anda membaca dan mengerti cara mengerjakan soal psikotes masuk kerja ini, Anda dapat mempersiapkan dan melatih diri sebelum tes pesikotes diselenggarakan. Dengan demikian peluang Anda untuk lulus psikotes masuk kerja lebih besar.

Tes psikologi (Phsicology Test) atau lebih sering disebut tes psikotestmerupakan salah satu bagian dan tahap perektutan karyawan di banyak perusahan. Apakah perusahaan BUMN, perbankan (bank), TNI, Polri, cpns dan akademisi seperti UI (Universitas Indonesia) maupun perusahaan swasta seperti astra dan yang lainnya. Tujuan dari psikotes itu sendiri memiliki kesamaan diantaranya yaitu untuk mengukur aspek individu secara psikis. Psikotes juga dapat diaplikasikan kepada anak-anak maupun dewasa dan bisa berbentuk tertulis, proyektif, atau evaluasi secara verbal yang teradministrasi untuk mengukur fungsi atau kemampuan kognitif dan emosional seseorang.

Psikotes berbeda dengan tes potensi akademik (TPA), psikotes secara umum lebih kepada tes kepribadian. Jadi didalam penilaian psikotes tidak berdasarkan siapa yang paling pintar, karena bisa saja orang yang secara akademik tidak begitu pintar mengalahkan orang yang lebih pentar darinya dan lolos ujian psikotes. Hal ini sering terjadi, bahkan mungkin Anda pernah mengalaminya atau melihat orang lulusan perguruan tinggi terbaik belum bekerja atau diterima kerja di sebuah perusahaan karena selalu gagal dan tidak lolos psikotes.

Sungguh ironi melihat hal ini, namun inilah fakta yang sering terjadi dikalangan jobseekers atau pelamar kerja. Psikotes memang merupakan fenomena tersendiri bagi para pelamar kerja. Oleh karena itu saya ingin membantu dan akan memberikan beberapa tips mengerjakan soal psikotesdan cara agar lolos psikotes kepada Anda dan berharap Anda tidak lagi gagal dalam ujian psikotes.

Contoh Soal Psikotes dan Tips Mengerjakannya


Berikut ini terdapat beberapa contoh soal psikotes dan cara mengerjakan soal psikotes yang sering di keluarkan oleh perusahaan dalam ujian psikotes.

1. Tes Wartegg

Wartegg test atau tes wartegg terdiri dari 8 kotak dan pada masing-masing kotak berisi bentuk-bentuk tertentu seperti titik, garis kurva, 3 garis sejajar, kotak, dua garis saling memotong, dua garis terpisah, tujuh buah titik tersusun melengkung dan garis melengkung. Pada tes wartegg ini Anda akan diminta untuk melanjutkan dengan menggambar sesuatu dari bentuk tersebut, kemudian menuliskan nama benda yang Anda gambar sesuai urutan gambar yang telah Anda buat, kemudian menuliskan nomor gambar yang mana paling Anda sukai dan tidak disukai, sulit dan mudah menurut Anda. Penilaian dari tes wartegg ini adalah emosi, imajinasi, intelektual dan aktifitas subjek bukan mahirnya Anda dalam menggambar. Berikut ini merupakan contoh soal tes wartegg.

Contoh soal wartegg test:

contoh soal wartegg test

Tips dan cara mengerjakan soal wartegg test sebagai berikut:
Sebaiknya pada tes wartegg ini Anda menggambar secara acak dan tidak berdasarkan nomor urut sesuai gambar, misalnya 1,2,3,4 kemudian 8,7,6,5. Karena jika Anda menggambar berdasarkan urutan gambar 1,2,3,4,5,6,7,8 Anda akan dipandang oleh panitia penyelenggara psikotes (HRD) sebagai orang yang kaku atau konservatif. Sedangkan jika Anda menggambar secara acak misalnya 6,1,4,2,7,8,3,5 Anda akan dipandang HRD sebagai orang yang bergerak kreatif, inovatif dan cenderung suka akan ‘breaking the low‘.

Apabila Anda bergender pria, jangan mulai dengan nomor 5, karena beberapa anggapan menyebutkan hal ini berpengaruh terhadap orientasi seks Anda. Berikut ini adalah salah satu contoh pengerjaan yang pernah saya digunakan untuk melewati tahap psikotes:

Senin, 15 Desember 2014

15 Pemimpin dengan Gaji Tertinggi di Dunia termasuk SBY

Presiden atau Perdana Menteri, merupakan pucuk pimpinan negara yang memiliki tanggung jawab untuk menyejahterakan rakyatnya. Tugas dan tanggung jawab yang dipikul pimpinan negara tersebut bukan perkara remeh. Oleh karena itu, kehadiran menteri dan kepala daerah sebagai perpanjangan tangan presiden dalam menjalankan roda pemerintahan mutlak diperlukan.

Ada profesi, ada gaji. Berapa besar kompensasi yang layak diberikan untuk pimpinan negara? Setiap negara memiliki rumusan tersendiri untuk hal ini. Gaji dalam jumlah besar terkadang memang layak diberikan sebagai apresiasi suatu kinerja. 

Beberapa negara tak tanggung-tanggung memberikan gaji selangit untuk pimpinan negaranya, walaupun gaji pimpinan politik terhadap PDB negara per orang berbeda jauh bagai bumi dan langit. Menariknya, gaji presiden Indonesia masuk dalam deretan 15 gaji pemimpin negara tertinggi di dunia.

Tahukah Anda selain Indonesia, pimpinan dari negara mana lagi yang masuk dalam 15 jajaran gaji pimpinan negara tertinggi? Berikut ulasannya yang dilansir dari situs Merdeka:

1. Lee Hsien Loong (Singapura) - Sekitar Rp 240 miliar
Lee Hsien Loong (Singapura) - Sekitar Rp 240 miliar
Lihat.co.id - Lee Hsien Loong merupakan Perdana Menteri Singapura yang ketiga. Pria yang lahir pada 10 Februari 1952 ini memiliki penghasilan sebesar USD 2 juta (sekitar Rp 240 miliar) setiap tahun. Gaji ini lebih besar 40 kali lipat dari gaji rata-rata di Singapura.

Anak tertua mantan PM Singapura yang pertama Lee Kuan Yew itu juga pernah menjabat sebagai Menteri Keuangan di Singapura. Istrinya Ho Ching, menjabat sebagai CEO di sebuah BUMN Singapura.

2. Leung Chun-ying (Hong Kong) - Kurang lebih Rp 6 miliar
Leung Chun-ying (Hong Kong) - Kurang lebih Rp 6 miliar
Lihat.co.id - Kepala pemerintahan Hong Kong, Leung Chun-ying menduduki peringkat kedua yang menerima gaji tertinggi sebagai pimpinan negara. Gaji tahunannya mencapai USD 530.000 (kurang lebih Rp 6 miliar), di mana hampir 12 kali lipat dari penghasilan rata-rata warga negara di Hong Kong. Leung terpilih sebagai Kepala Pemerintahan Hong Kong pada bulan Maret 2012.

Pria yang pernah mendapatkan beasiswa di King College ini juga pernah bekerja paruh waktu di restoran untuk mendanai studinya. Setelah lulus dari King College, Leung melakukan survei di Politeknik Hong Kong dan pergi ke Inggris. Di Negeri Ratu Elizabeth Leung meraih gelar di bidang manajemen real estate dari Politeknik Bristol.

3. Barack Obama (Amerika Serikat) - Sekitar Rp 4,4 miliar
Barack Obama (Amerika Serikat) - Sekitar Rp 4,4 miliar
Lihat.co.id - Presiden Amerika Serikat ke-44, Barack Obama merupakan keturunan Afrika Amerika pertama yang berhasil duduk menjadi presiden AS. Lahir di Honolulu Hawaii pada 4 Agustus 1961, Obama mengawali karir sebagai presiden AS saat bertarung di pemilu presiden AS tahun 2008 bersaing dengan John McCain untuk memperebutkan kursi pemimpin di Amerika Serikat. Warga AS menyambut baik pencalonan Obama sebagai calon presiden AS. Setelah menang pemilu, Obama resmi dilantik sebagai presiden pada tanggal 20 Januari 2009.

Pemilihan umum selanjutnya, Obama maju kembali sebagai calon presiden AS. Obama terpilih lagi sebagai presiden pada November 2012, mengalahkan Mitt Romney dan dilantik untuk kedua kalinya pada tanggal 20 Januari 2013. Gajinya sebagai presiden selama setahun adalah USD 400,000 (sekitar Rp 4,4 miliar), hampir depalan kali lipat pendapatan rata-rata Amerika. Gaji Obama juga tercatat dua kali lipat dari gaji George Bush Jr. saat menjabat sebagai presiden Amerika Serikat.

4. Tony Abbott (Australia) - Sekitar Rp 4,1 miliar
Tony Abbott (Australia) - Sekitar Rp 4,1 miliar
Lihat.co.id - Perdana Menteri Australia, Tony Abbott menempati urutan keempat presiden yang bergaji besar. Pria yang lahir di London 4 November 1957 ini menerima gaji USD 345,000 (sekitar Rp 4,1 miliar) per tahun. Abbott merupakan lulusan di bidang ekonomi dan hukum dari Universitas Sydney dan pernah menjadi seorang petinju kelas universitas terkemuka. Uniknya, sebelum terjun di dunia politik Abbot pernah menjadi seorang biarawan.

Setelah sempat bekerja sebagai wartawan di surat kabar The Australian, Abbott beralih profesi sebagai penasihat Partai Liberal sebelum akhirnya dia masuk ke dunia politik pada tahun 1994.

5. Michael D Higgins (Irlandia) - Sekitar Rp 3,75 miliar
Michael D Higgins (Irlandia) - Sekitar Rp 3,75 miliar
Lihat.co.id - Urutan selanjutnya, ada Michael D Higgins yang menjabat sebagai seorang Presiden Irlandia sejak 11 November 2011. Higgins adalah Presiden Irlandia ke-9 menggantikan Mary McAleese. Gaji tahunannya mencapai USD 340,000 (kurang lebih Rp 4 miliar), namun setelah menjabat ia meminta agar gajinya dikurangi 23,5 persen dari sekitar Rp 4,9 miliar menjadi sekitar Rp 3,75 miliar saja.

Suami dari Sabina Coyne ini, lahir di County Limerick 18 April 1941 dan saat ini sudah dikaruniai empat orang anak. Higgins terkenal dengan slogan kampanyenya ?The president who will do us proud?.

6. Stephen Harper (Kanada) - Sekitar
Rp 3,5 miliar
Stephen Harper (Kanada) - Sekitar Rp 3,5 miliar
Lihat.co.id - Stephen Harper sebagai Perdana Menteri Kanada ke-22 mengantongi gaji sebesar USD 296.400 atau sekitar Rp 3,5 miliar per tahun.

Selasa, 09 Desember 2014

Presiden Yang Paling Pintar Dan Jenius Di Dunia

Tercatat Dalam Sejarah Beberapa pemimpin negara dan Presiden yang sangat hebat, memiliki otak yang cerdas Serta IQ yang Tinggi, sehingga Termasuk Pemimpin yang jenius dan pintar. Orang orang ini memang layak di katakan sangat jenius dan itu sudah diakui dunia internasional. Dan berikut adalah  diantaranya..

10. ..........  SAYA ...

9. Ferdinand Marcos Edralin
Presiden Yang Paling Pintar Dan Jenius Di Dunia - munsypedia.blogspot.com

Ia dilahirkan dan dibesarkan dari keluarga guru, di Ilocos Norte, di suatu tempat di daerah utara Luzon di Filipina. Dia sangat kompetitif dalam semua kegiatan baik dalam olahraga atau di sekolah. Dia adalah penerima pertama Penghargaan Medali Emas untuk Jenderal MacArthur untuk tingkat kemahiran atasannya dan Medali Universitas Presiden Quezon untuk rata-rata tertinggi skolastik tercatat di tahun penuh di perguruan tinggi. Siapa yang bisa melupakan hasil ujian bar tertinggi yang tercatat ketika ia mengambilnya saat ia berada di penjara dengan skor rata-rata 98,01 dan kemudian merebut kembali ujian karena kecurigaan di mana dia mendapatkan nilai tertinggi yang tercatat dalam ujian bar 100%. Dia bisa saja magna cum laude pada tahun 1939 dari UP College Hukum kalau bukan karena sejarah penjara yang dia miliki.

8. Dr Ing. Bacharuddin Jusuf Habibie
Presiden Yang Paling Pintar Dan Jenius Di Dunia - munsypedia.blogspot.com
Siapa yang mengira bahwa pemuda yang telah yatim piatu pada usia awal 14 akan menjadi Presiden Indonesia berikutnya? Dia selesai rekayasa kedirgantaraan di mana ia menerima sertifikat tingkat pertama Jerman, yang setara untuk gelar master pada tahun 1960 di RWTH Aachen University di mana ia juga menerima gelar doktor. Dia dihormati dalam tugas ini di mana ia menjadi jenius dicatat pada usia 32, ketika ia membuat solusi kemungkinan ketika ia mengusulkan dan secara eksplisit rinci Progresi krack Habibie yang memberikan solusi yang berbeda untuk menghindari dan mengurangi kecelakaan pesawat. Dia telah berkenalan dalam studi ilmiah dan menerima berbagai beasiswa. Ia menjadi Presiden Indonesia pada tahun 1998 ketika Soeharto lengser dari menjadi Presiden di mana ia adalah Wakil Presiden waktu itu. Semuanya berakhir pada tahun yang sama saat pidato pertanggungjawabannya ditolak pada Sidang Umum MPR pada bulan Oktober 1998.
7. John F. Kennedy
Presiden Yang Paling Pintar Dan Jenius Di Dunia - munsypedia.blogspot.com

Dia adalah Presiden termuda kedua yang pernah terpilih di Amerika Serikat. Ia menyelesaikan dan memperoleh gelar cum Magna Laude dengan gelar Urusan Internasional di Universitas Harvard. Ia adalah penulis buku terlaris, yang digunakan sebagai tesis yang berjudulMengapa Inggris Tidur . Menurut statistik, ia memiliki skor IQ 117, di mana ia diberi nomor, dan termasuk dalam deretan jenius di dunia.

Jumat, 22 Agustus 2014

Sejarah Kelahiran Nabi Muhammad SAW Hingga Wafatnya



Ringkasan Sejarah Nabi Muhammad Saw dr Lahir Hingga Wafat
Satu-satunya rasul Allah yg diutus untuk smua ras & golongan yaitu nabi Muhammad saw. Karena itu ajarannya sangat universal; tidak hanya tentang ibadah & keakhiratan, namun juga urusan-urusan diniawi yg mencakup smua sisi kehidupan manusia, mulai dr masalah makan hingga urusan kenegaraan. Namun demikian, masih bannyak orang yg buta trhadap pribadi & kehidupan beliau. Akibatnya, mreka terhalang untuk melihat & merasakan kebenaran yg dibawanya.

1. Nama & Gelar Nabi Muhammad Saw
Di dlam HR Bukhari & Muslim disebutkan nama & gelar Nabi Muhammad SAW, antara lain :
- Ahmad
- Al-Mahi
- Al-Hasyir
- Al-'Aqib
- Muqaffi
- Nabiyyuttaubah
- Nabiyyurrahmah.

Pengertian nama-nama nabi Muhammad Saw :
  • Ahmad : yg palling terpuji karena akhlak karimahnya, & palling bannyak memuji Allah.
  • Al-Mahi ( pengikis/penghapus) : karena Allah mengikis kekufuran dgn mengutusnya,
  • Al-Hasyir (penghimpun) : sebab nanti di hari kiamat seluruh manusia berhimpun di hadapan beliau, ada yg mengatakan di bawah perintah beliau.
  • Al-'Aqib (penutup) : karena beliaulah nabi & rasul penutup.
  • Muqaffi (yg mengikuti) : maksudnya mengikuti & melanjutkan jejak risalah para nabi.
  • Nabiyyuttaubah (nabi taubat) : meski beliau sudah ma'shum dlam artian bersih dr dosa, namun beliau bannyak bertaubat. Dlam satu riwayat beliau bertaubat hingga 70 kali sehari, & dlam riwayat lain hingga 100 kali.
  • Nabiyyurrahmah (nabi ramhat) : beliau yaitu seorang nabi yg penuh kasih hatta dlam peperangan pun, diutusnya beliau ke bumi ini yaitu sebagai rahmat bagi semesta alam.
Nama-nama tersebut berdasarkan penuturan beliau sendiri. & kita tahu bahwa setiap sabda beliau yaitu berdasarkan wahyu. Jadi bisa disimpulkan bahwa yg memberi nama/gelar tersebut yaitu Allah Swt.

2. Nasab Nabi Muhammad Saw
Di dlam buku Shahih Bukhari bab Mab’ats an-Nabiyyi saw, Imam Bukhari merincikan silsilah nasab Nabi Muhammad saw sebagai berikut: Muhammad saw bin Abdullah bin Abdul Muththalib bin Hasyim bin Abdu Manaf bin Qusyai bin Kilab bin Murrah bin Ka’ab bin Luai bin Ghalib bin Fihr bin Malik bin Nadhr bin Kinanah bin Khuzaimah bin Mudrikah bin Ilyas bin Mudhar bin Nizar bin Ma’add bin Adnan.
Imam Bukhari menambahkan di dlam Kitab Tarikh al-Kabir: Adnan bin Udud bin Al-Maqum bin Nahur bin Tarh bin Ya’rab bin Nabit bin Ismail bin Ibrahim. Menurut para pakar – sebagaimana yg disebutkan oleh sejarawan Syekh Abdurrahman bin Yahya Al-Yamany –antara Adnan & Ismail ada sekitar 40 kakek.

3. Kelahiran Nabi Muhammad Saw
Nabi Muhammad saw lahir di Makkah pd hari Senin tanggal 12 Rabi’ul Awwal tahun Gajah dlam keadaan yatim.
Penamaan tahun Gajah berkaitan dgn peristiwa pasukan Gajah yg dipimpin oleh Abrahah, Gubernur Yaman yg ingin menghancurkan Ka’bah. Namun sebelum sampai ke kota Makkah, mreka diserang oleh pasukan burung yg membawa batu-batu kerikil panas (lihat QS Al-Fil: 1-5).
Kelahiran Nabi Muhammad Saw bertepatan dgn tanggal 20 April 571 Masehi.

4. Masa Menyusui
Nabi Muhammad saw pertama kalinya disusui oleh ibunya Aminah & Tsuwaibatul Aslamiyah. Namun itu hanya beberapa hari. Selanjutnya beliau disusui oleh Halimah As-Sa’diyah di perkampungan bani Sa’ad.
Nabi Muhammad saw tinggal bersama keluarga Halimah selama kurang lebih empat tahun. Di akhir masa pengasuhan keluarga Halimah ini terjadi pembedahan nabi Muhammad saw.

Senin, 21 Juli 2014

Menanti Presiden Gila

PENDAHULUAN
71 tahun hidup sebagai rakyat biasa di Negara Kesatuan Republik Indonesia, rasa hati bercampur, antara bangga, senang, hingga sedih dan gundah-gulana. Sebagai penyaksi perjalanan bangsa besar ini, saya melihat banyak peristiwa besar penanda jejak negara ini.
Banyak yang membuat saya, yang tak penuh mengenyam pendidikan formal ini, bangga. Betapa para pemimpin masa lalu begitu gigih berkorban untuk rakyatnya. Tak heran jika penjajah kuat Belanda, yang telah bercokol hampir 350 tahun bisa diusir. Jepang, sang penguasa Asia di era 1940-an, pun luntah oleh semangat patriotik bangsa ini.
Sungguh anugerah besar dari Tuhan yang telah memberi saya waktu menyaksikan banyak peristiwa penting. Seperti perjanjian Renville (17 Februari 1948), Konferensi Meja Bundar (KMB – 23 Agustus hingga 2 November 1949), Peristiwa Gerakan 30 September 1965, dan banyak lagi lainnya.
Awal berdirinya negara ini, rakyat Indonesia sungguh bangga menjadi “orang Indonesia”. Sikap bijak dan rela berkorban para pemimpinnya meneladankan semangat patriotik kepada rakyat dari Sabang hingga Merauke, menjaga kesatuan dan kebersatuan tanah tercinta. Mengusir penjajah dan separatisme.
Sejalan waktu, perubahan kekuasan terjadi. Era Orede Lama (Orla) beralih kepada Orde Baru (Orba) dengan Soeharto sebagai pimpinan tertingginya. 32 tahun tokoh itu memimpin. Banyak kemajuan yang ditorehkan, tapi tak sedikit pula kekeliruan dan “kemunduran” yang justru dihasilkan rezimnya.
Ketika reformasi tahun 1997 terjadi, banyak kalangan, termasuk saya, berharap akan banyak terjadi perubahan menuju Indonesia yang lebih baik, tentram dan aman. Tapi nyatanya, hingga detik ini, tak satupun harapan itu muncul dari ufuk pencerahannya. Hingga kini hasilnya tak kunjung nyata menyejahterakan, bahkan ironisnya menjadi lebih parah dari era-era sebelumnya. Negara menjadi kian carut marut.
Karena itu, saat ini Indonesia butuh lahirnya “Presiden Gila”. Yang bertugas memperbaiki kecarut-marutan itu, atau pemimpin yang mau meninggalkan kepentingan dan janji-janji manisnya, dan berbakti kepada negara seikhlas-ikhlasnya.
Sebab, bangganya rakyat Indonesia masa lalu adalah berkat para pemimpin yang mau berkorban segalanya demi bangsa ini. Bukan hanya harta benda, tapi juga jiwa raga.
“Presiden Gila” bukan presiden yang hanya bangga berkorban materi saja. Tapi pemimpin sungguhan yang memimpin rakyat. Bukan memimpin golongan atau lembaga tertentu saja.
Sebagai seorang warga negara, tak salah kiranya saya berharap dan memimpikan negara yang benar-benar bisa membuat seluruh rakyatnya bahagia. Gemar ripah loh jinawi. Bahagia jiwa dan raga. Tentunya dengan pemimpin yang ideal.
Inilah yang melatarbelakangi saya untuk menorehkan isi dan curahan hati menyikapi fenomena hidup bernegara yang saya hadapi hingga saat terakhir ini. Upaya ini hanya sebuah bagian dari kepedulian anak bangsa atas nasib pertiwi yang dicintainya. Sekaligus harapan sejati agar sebelum saya melayang-layang di akhirat, saya ingin melihat kesejahteraan rakyat di Indonesia terwujud.
Kepada semua pihak yang telah membantu terwujudnya asa ini, saya haturkan terimakasih.
******

PENGERTIAN METODE DAN METODOLOGI PENELITIAN

PENGERTIAN METODE
Metode (method), secara harfiah berarti cara. Selain itu metode atau metodik berasal dari bahasa Greeka, metha, (melalui atau melewati), dan hodos (jalan atau cara), jadi metode bisa berarti jalan atau cara yang harus di lalui untuk mencapai tujuan tertentu.
Secara umum atau luas  metode atau metodik berarti ilmu tentang jalan yang dilalui untuk mengajar kepada anak didik supaya dapat tercapai tujuan belajar dan mengajar. Prof. Dr.Winarno Surachmad (1961), mengatakan bahwa metode mengajar adalah cara-cara pelaksanaan dari pada murid-murid di sekolah.Pasaribu dan simanjutak (1982), mengatakan bahwa metode adalah cara sistematik yang digunakan untuk mencapai tujuan.
Metode adalah prosedur atau cara yang ditempuh untuk mencapai tujuan tertentu. Kemudian ada satu istilah lain yang erat kaitannya dengan dua istilah ini, yakni tekhnik yaitu cara yang spesifik dalam memecahkan masalah tertentu yang ditemukan dalam melaksanakan prosedur.
Pengertian organisasi dan metode secara lengkap adalah
Rangkaian proses kegiatan yang harus dilakukan untuk meningkatkan kegunaan segala sumber dan faktor yang menentukan bagi berhasilnya proses manajemen terutama dengan memperhatikan fungsi dan dinamika organisasi atau birokrasi dalam rangka mencapai tujuan yang sah ditetapkan.
PENGERTIAN METODOLOGI PENELITIAN
Metodologi penelitian adalah sekumpulan peraturan, kegiatan, dan prosedur yang digunakan oleh pelaku suatu disiplin ilmu. Metodologi juga merupakan analisis teoritis mengenai suatu cara atau metode. Penelitian merupak an suatu penyelidikan yang sistematis untuk meningkatkan sejumlah pengetahuan, juga merupakan suatu usaha yang sistematis dan terorganisasi untuk menyelidiki masalah tertentu yang memerlukan jawaban.  Hakekat penelitian dapat dipahami dengan mempelajari berbagai aspek yang mendorong penelitian untuk melakukan penelitian. Setiap orang mempunyai motivasi yang berbeda, di antaranya dipengaruhi oleh tujuan dan profesi masing-masing. Motivasi dan tujuan penelitian secara umum pada dasarnya adalah sama, yaitu bahwa penelitian merupakan refleksi dari keinginan manusia yang selalu berusaha untuk mengetahui sesuatu. Keinginan untuk memperoleh dan mengembangkan pengetahuan merupakan kebutuhan dasar manusia  yang umumnya menjadi motivasi untuk melakukan penelitian.
Adapun tujuan Penelitian adalah penemuan, pembuktian dan pengembangan ilmu pengetahuan.
  1. Penemuan. Data yang diperoleh dari penelitian merupakan data-data yang baru yang belum pernah diketahui.
  2. Pembuktian. Data yang diperoleh dari penelitian digunakan untuk membuktikan adanya keraguan terhadap informasi atau pengetahuan tertentu.
  3. Pengembangan. Data yang diperoleh dari penelitian digunakan untuk memperdalam dan memperluas pengetahuan yang telah ada.
Kegunaan penelitian dapat dipergunakan untuk memahami masalah, memecahkan masalah, dan mengantisipasi masalah.
  1. Memahami masalah. Data yang diperoleh dari penelitian digunakan untuk memperjelas suatu masalah atau informasi yang tidak diketahui dan selanjutnya diketahui.
  2. Memecahkan masalah. Data yang diperoleh dari penelitian digunakan untuk meminimalkan atau menghilangkan masalah.
  3. Mengantisipasi masalah. Data yang diperoleh dari penelitian digunakan untuk mengupayakan agar masalah tersebut tidak terjadi.
Diagram alir proses penelitian 
 
Jenis Data dalam Penelitian
Langkah Dalam Metode Ilmiah
Pelaksanaan penelitian dengan menggunakan metode ilmiah harus mengikuti langkah-langkah tertentu. Marilah lebih dahulu ditinjau langkah-langkah yang diambil oleh beberapa ahli dalam mereka melaksanakan penelitian.
Schluter (1926) memberikan 15 langkah dalam melaksanakan penelitian dengan metode ilmiah. Langkah-langkah tersebut adalah sebagai berikut:
1. Pemilihan bidang, topik atau judul penelitian.
2. Mengadakan survei lapangan untuk merumuskan masalah-malalah yang ingin dipecahkan.
3. Membangun sebuah bibliografi.
4. Memformulasikan dan mendefinisikan masalah.
5. Membeda-bedakan dan membuat out-line dari unsur-unsur permasalahan.
6. Mengklasifikasikan unsur-unsur dalam masalah menurut hu-bungannya dengan data atau bukti, baik langsung ataupun tidak langsung.
7. Menentukan data atau bukti mana yang dikehendaki sesuai dengan pokok-pokok dasar dalam masalah.
8. Menentukan apakah data atau bukti yang dipertukan tersedia atau tidak.
9. Menguji untuk diketahui apakah masalah dapat dipecahkan atau tidak.
10. Mengumpulkan data dan keterangan yang diperlukan.
11. Mengatur data secara sistematis untuk dianalisa.
12. Menganalisa data dan bukti yang diperoleh untuk membuat interpretasi.
13. Mengatur data untuk persentase dan penampilan.
14. Menggunakan citasi, referensi dan footnote (catatan kaki).
15. Menulis laporan penelitian.
SUMBER

Mengungkap Jati Diri Syeikh Siti Jenar

Merajut sebuah ilmu dan menjadikannya sehelai kain yang didalamnya penuh akan keindahan corak dan warna, inilah yang diidamkan seluruh ahli sufi. Rajutan demi rajutan tentang segala pemahaman ilmu, penghayatan dan keluasan tentang segala kebesaran Alloh, perjalanan dan pengorbanan yang selalu dilakoninnya sedari kecil, membuat segala macam ilmu yang ada padanya, menjadikannya derajat seorang waliyulloh kamil.
Dalam pandangan para waliyulloh, dimana badan telah tersirat asma’ Alloh dan segala tetesan darahnya telah mengalir kalimat tauhid, dimana setiap detak jantung selalu menyerukan keagunganNya dan setiap pandangan matanya mengandung makna tafakkur, tiada lain orang itu adalah seorang waliyulloh agung yang mana jasad dan ruhaniyahnya telah menyatu dengan dzat Alloh. Inilah sanjungan yang dilontarkan oleh seluruh bangsa wali kala itu pada sosok, kanjeng Syeikh Siti Jenar.Rohmat yang tersiram didalam tubuhnya, ilmu yang tersirat disetiap desiran nafasnya, pengetahuan tentang segala makna ketauhidan yang bersemayam didalam akal dan hatinya, membuat kanjeng Syeikh Siti Jenar menjadi seorang guru para wali.
Lewat kezuhudan yang beliau miliki serta keluasan ilmu yang dia terapkan, membuat segala pengetahuannya selalu dijadikan contoh. Beliau benar benar seorang guru agung dalam mengembangkan sebuah dhaukiyah kewaliyan/tentang segala pemahaman ilmu kewaliyan. Tak heran bila kala itu banyak bermunculan para waliyulloh lewat ajaran ilafi yang dimilikinya.

Minggu, 20 Juli 2014

“KOTAK HITAM YANG PENUH MISTERI” Bailout Century

PENDAHULUAN
1. Rapat dibuka pada pukul 00.15
2. Gubernur Bank Indonesia menyampaikan presentasi terkait permasalahan PT Bank Century Tbk (Bank Century)
a. Gubernur Bank Indonesia menyampaikan bahwa Bank Century telah dinyatakan Bank Indonesia sebagai bank gagal dan ditengarai berdampak sistemik. (surat Gubernur Indonesia terlampir)
b. Gubernur Bank Indonesia juga menyampaikan:
- kronologis permasalahan Bank Century;
- tindakan-tindakan yang telah dilakukan oleh Bank Indonesia untuk mengatasi permasalahan Bank Century;
- analisis dampak sistemik dari permasalahan Bank Century; dan
- rekomendasi penyelesaian terhadap permasalahan tersebut
(lampiran I dan lampiran II surat Gubernur Bank Indonesia).
HALAMAN 2:
c. Kebutuhan penambahan modal untuk menaikkan CAR bank menjadi 8% berdasarkan posisi keuangan per 31 Oktober 2008 adalah sebesar Rp 632 Miliar (enam ratus tiga puluh dua miliar rupiah). Jumlah ini akan bertambah sejalan dengan memburuknya kondisi bank selama bulan November 2008.
d. Gubernur Bank Indonesia merekomendasikan agar Bank Century ditetapkan KSSK sebagai bank gagal berdampak sistemik, dan menyerahkan penanganan bank tersebut oleh LPS sesuai dengan ketentuan Undang-undang tentang Lembaga Penjamin Simpanan.
II. PENDAPAT DAN SARAN
1. Pendapat dan konfirmasi Menteri Keuangan/Departemen Keuangan
a. Menteri Keuangan meminta pendapat peserta rapat tentang judgement penetapan bank gagal
b. Reputasi Bank Century tidak bagus, sehingga perlu diperhatikan latar belakang pengambilan keputusan dalam rangka penyelamatan bank untuk kepentingan yang lebih besar
c. Perlu diperhatikan apakah keputusan penyelamatan Bank Century dapat menimbulkan sinyal yang dapat menimbulkan moral hazard bagi bank-bank lain.
2. Pendapat LPS (presentasi LPS terlampir)
a. Apabila Bank Century dinyatakan sebagai bank gagal, maka ada 2 pilihan yang dapat dilakukan LPS yaitu melakukan penyelamatan atau tidak melakukan penyelamatan. Apabila penyelamatan yang dilakukan, maka akan dilakukan sesuai dengan mekanisme dan Undang-undang tentang Lembaga Penjamin Simpanan.
b. Sehubungan dengan mekanisme penyelamatan yang terdapat dalam Undang-undang tentang Lembaga Penjamin Simpanan yang melibatkan pemegang saham, mengingat Bank Century merupakan perusahaan publik, LPS meminta pendapat Bapepam & LK.
c. Perkiraan tambahan modal yang diperlukan adalah Rp 632 M
d. Dalam keadaan normal, Bank Century bukan sistemik
e. Bank Century telah bermasalah sejak merger 2004, salah satunya adalah permasalahan surat-surat berharga termasuk valas yang tidak bernilai. LPS mempertanyakan kepada BI tentang (i) SOP BI dalam melakukan audit apakah harus menunggu surat-surat berharga jatuh tempo; (ii) adakah tindakan kriminal dari pemilik Bank Century dan apakah ada indikasi tindakan pidana perbankan atau pidana umum; (iii) argumentasi risiko sistemik yang disampaikan BI mengingat pada kondisi saat ini hampir semua bank dapat dikategorikan dapat menimbulkan risiko sitemik, jadi LPS memerlukan justifikasi yang lebih terukur karena apabila menggunakan mekanisme penyelamatan LPS maka akan menggunakan dana bank-bank lain dalam LPS; (iv) penjelasan tentang rencana akuisisi Sinar Mas Mutiartha.
3. Pendapat BKF
Analisis risiko sistemik yang diberikan BI belum didukung data yang cukup dan terukur untuk menyatakan bahwa Bank Century dapat menimbulkan risiko sistemik, lebih kepada analisis dampak psikologis,
4. Pertanyaan Menteri Keuangan.
HALAMAN 3:
a. Dalam hal Bank Century diselamatkan dan dikhawatirkan dapat menimbulkan moral hazard, apakah LPS mempunyai kapasitas untuk menangani bank-bank lainnya.’
b. Keputusan untuk menyatakan bahwa apakah ini risiko sistemik atau bukan akan mempengaruhi
5. Pertanyaan UKP3R
Sehubungan dengan Pasal 18 Perpu JPSK apakah LPS yang menentukan akan dilakukan upaya penyelesaian atau penyelamatan.
6. Jawaban LPS
Apabila KSSK menyatakan sistemik, maka LPS tunduk. Kesimpulan LPS, apabila bank gagal berisiko sistemik maka harus dilakukan upaya penyelamatan, sedangkan bila bank gagal tidak berisiko sistemik, bisa diselamatkan bisa tidak.
7. Pendapat Bapepam & LK

Khilafah Yang Tak Butuh Singgasana Khalifah

Tentang khilafah, kerancuan pada dua hal yang amat penting. Pertama, penyempitan makna khilafah, yang hanya pada pelaksanaan hukum Islam melalui kekuasaan. Yang kedua, pandangan atas wajibnya menegakkan khilafah ketika sudah ada pemerintahan di tengah-tengah umat.
Mengenai yang pertama, perlu ditegaskan bahwa kata “khilafah” bila dikaitkan dengan agama dan syariat, maknanya tak hanya terbatas pada konteks kekuasaan dengan segala penerapan hukum-hukum publik, sebagaimana makna khilafah secara etimologis yang memang jauh lebih luas.

Al Qur’an menggunakan kata ini, bahkan untuk orang yang berbuat buruk, orang yang menyimpang dari jalan yang benar, juga generasi yang datang setelah para nabi dan rasul, seperti pada ayat,

فَخَلَفَ مِن بَعْدِهِمْ خَلْفٌ أَضَاعُوا الصَّلَاةَ وَاتَّبَعُوا الشَّهَوَاتِ فَسَوْفَ يَلْقَوْنَ غَيّاً

“Maka datanglah sesudah mereka, pengganti (yang jelek) yang menyia-nyiakan shalat dan mengikuti hawa nafsunya, maka mereka kelak akan menemui kesesatan.” (QS.19 : 59). Jadi, mereka adalah generasi pengganti yang tinggal di tempat orang-orang sebelumnya, namun mereka tidak mengikuti prinsip dan perilaku generasi sebelumnya. Sehingga, makna khilafah adalah pergantian seseorang terhadap orang lain dalam konteks apapun. Mengenai kaitan khilafah dengan urusan agama, juga perlu dipahami bahwa khilafah yang diagungkan dan dinyatakan Allah sebagai keistimewaan khusus Nabi Adam dan anak-cucunya, dalam firman-Nya,

إِنِّي جَاعِلٌ فِي الأَرْضِ خَلِيفَةً

“Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi.” (QS.2 : 30), adalah khilafah ruhaniah, keagamaan, dan ketuhanan, bukan sebatas otoritas politik yang mengatur urusan-urusan lahiriah. Khilafah tersebut terkait erat dengan tugas mengemban amanah sesuai kapasitas dan kemampuan seseorang, dalam konteks menegakkan kebenaran, yaitu syari’at yang telah ditetapkan Allah pada makhluk-Nya. Inilah khilafah yang disinggung dalam Al-Qur-an, ketika meletakkan nenek moyang kita, Nabi Adam AS ke bumi,

فَإِمَّا يَأْتِيَنَّكُم مِّنِّي هُدًى فَمَنِ اتَّبَعَ هُدَايَ فَلَا يَضِلُّ وَلَا يَشْقَى

“Maka jika datang kepadamu petunjuk dari-Ku, lalu barangsiapa mengikuti petunjuk-Ku, ia tak akan tersesat dan tidak akan celaka.”(QS.20 : 123). Mengamalkan tuntutan Allah, melaksanakan perintah, dan menghindari larangan-Nya, itulah arti khilafah yang telah ditugaskan Allah kepada Nabi Adam. Nabi Adam turun padahal di bumi belum ada bangsa apapun yang bisa menjadi obyek kekuasaan. Ia hanya disertai Ibu Hawa. Lalu, mulai lahirlah putra-putra dari keluarga Adam. Ia menjalani posisinya sebagai orang pertama yang memegang khilafah sebelum adanya bentuk pemerintahan dan kekuasaan publik. Sejarah terus berlangsung dalam wilayah keluarga itu, yaitu Adam dan putra-putranya. Merekalah yang menghuni bumi. Lalu keturunannya mulai banyak. Nabi Syits, putra Adam AS, menggantikannya memegang tampuk khilafah. Ia menerima kenabian dan amanat untuk melaksanakan ikrar manusia kepada Allah.Khilafah merupakan tugas masing-masing diri kita. Tak ada alasan bagi siapapun untuk menganggap remeh hal ini, hingga melalaikan dan meninggalkannya lantaran ketiadaan simbol-simbol fisik khilafah (kekuasaan). “Melepas Khilafah”
Jika dikaitkan dengan salah satu jenis kekhilafahan agung Nabi Muhammad SAW, khilafah adalah terwujudnya penerapan hukum secara umum, karena kekuasaan dipegang oleh orang-orang jujur, lurus, dan mendapat petunjuk. Beliau kabarkan, khilafah ini hanya berlangsung 30 tahun terhitung sejak beliau wafat. Ini salah satu mukjizat yang menunjukkan kebenaran beliau sebagai Nabi.
Rasulullah SAW menyebut batas waktu. Tatkala masa 30 tahun itu telah usai dan khilafah semacam ini telah hilang, beliau tidak memberi perintah, “Memberontaklah kepada para penguasa, perbaiki berbagai masalah, berjuanglah untuk mengganti mereka dengan orang-orang yang mirip dengan masa 30 tahun itu!” Rasulullah SAW tidak memerintahkan itu. Bahkan, meski dalam haditsnya beliau memberi isyarat bahwa cengkeraman kerajaan akan berlangsung lama. Dalam sebagian riwayat, beliau menyebutnya ‘adhudh’ (kekuasaan yang suka menggigit).

Minggu, 03 Maret 2013

Absennya Demokrasi di Dunia Islam


Di sebuah acara T.V. seorang redaktur senior dari sebuah harian terkenal bertanya pada saya mengapa Islam begitu tidak demokratis? Pertanyaan itu mendorong saya menulis artikel ini. Pertanyaan itu harus dijawab. Apakah slam tidak demokratis karena berdasarkan watak ajaran yg terkandung di dalamnya? Mengapa tidak ada negara Muslim yang memiliki sistem demokrasi? Hampir semua negara Muslim dipimpin oleh raja-raja, sheikh, diktator militer atau sistem yang semi demokratis. Ini merupakan pertanyaan penting, yang harus dijawab dg memuaskan. Pertanyaan lebih penting dalam hal ini adalah: Apakah Islam bertanggung  jawab atas keadaan umat? Dapatkah sebuah agama menjadi demokratis atau tidak demokratis? Ataukah para penganutnya yang membuatnya demikian?
         Dalam pendapat penulis, agama hendaknya tidak dipahami sebagai demokratis atau tidak. Agama apapun berakar dari sebuah struktur sosial, walaupun tidak berarti ciptaan darinya. Sebuah agama memberikan sebuah visi terbentuknya sebuah masyarakat baru yg akan mentransformasikan masyarakat yg bersangkutan akan tetapi jarang berhasil secara total menghapus status quo. Berhasil atau gagalnya visi baru yg diberikan oleh sebuah agama tergantung pada seberapa kuat kepentingan yg mengontrol masyarakat di mana agama itu lahir. Semakin kuat kepentingan yg ada semakin sulit untuk merubah status quo. Hal itu terjadi bukan hanya karena kepentingan baru yg berkembang dalam masyarakat muncul berdasarkan pada visi baru. Tetapi juga karena vested interest baru juga berkembang di masyarakat Islam, seperti yg akan kita lihat dalam diskusi berikutnya. Ajaran Qur'an sangat mendukung cara dan berjalannya demokrasi. Nabi Muhammad sendiri diperintahkan oleh Allah  untuk berkonsultasi dg para Sahabat dalam berbagai persoalan dunia (wa syawirhum yg bermakna bermusyawarahlah dengan mereka [para sahabat]).

DEMOKRASI ISLAM DI MASA RASUL


Kata demokrasi berasal dari bahasa Yunani demos (rakyat) dan kratos (kekuasaan). Ibn Rusyd (Averroes) seorang filosof muslim Andalusia termasyur sekaligus pensyarah buku-buku Aristoletes menerjemahkan demokrasi dengan “politik kolektif” (as siyasah al jama’iyah).Sedangkan dalam ilmu sosiologi, demokrasi adalah sikap hidup yang berpijak pada sikap egaliter (mengakui persamaan derajat) dan kebebasan berpikir.
Meski demokrasi merupakan kata kuno, namun demokrasi moderen merupakan istilah yang mengacu pada eksperimen orang-orang Barat dalam bernegara sebelum abad 20. Orang-orang Islam mengenal kata demokrasi sejak jaman transliterasi buku-buku Yunani pada jaman Abbasiyah. Selanjutnya kata itu menjadi bahasan pokok para filosof muslim jaman pertengahan seperti Ibnu Sina (Avicenna), dan Ibn Rusyd ketika membahas karya-karya Aristoteles.
Istilah demokrasi dalam sejarah Islam tetaplah asing, karena sistem demokrasi tidak pernah dikenal oleh kaum muslimin sejak awal. Orang-orang Islam hanya mengenal kebebasan (al hurriyah) yang merupakan pilar utama demokrasi yang diwarisi semenjak jaman Nabi Muhammad (Saw.), termasuk di dalamnya kebebasan memilih pemimpin, mengelola negara secara bersama-sama (syura), kebebasan mengkritik penguasa, kebebasan berpendapat.
Nabi Muhammad (Saw.) dan Sikap Demokratis, Buku-buku sejarah mencatat bahwa di luar otoritas keagamaan yang menjadi tugas utamanya, Nabi Muhammad (Saw.) merupakan tokoh yang demokratis dalam berbagai hal. Bahkan ketika terjadi kasus-kasus yang tidak mempunyai sandaran keagamaan (wahyu) beliau bersikap demokratis dengan mengadopsi pendapat para sahabatnya, hingga memperoleh arahan ketetapan dari Allah.

YouTube

Translate

Lencana Facebook

Fans Page Facebook

Video


Download video clip Cakra Khan Harus Terpisah